Cara Menanam Singkong yang Benar seperti ini

 Singkong merupakan salah satu makanan yang disukai banyak orang. Selain itu, karena singkong juga digunakan sebagai bahan baku tepung tapioka, banyak orang yang ingin tahu cara menanam singkong.

Singkong dapat ditanam di Indonesia kapan saja baik musim hujan maupun kemarau. Singkong meningkatkan rasa hanya ketika ditanam di akhir musim hujan dan dipanen di musim kemarau.

cara menanam singkong
cara menanam singkong


Rata-rata, petani Indonesia mulai menanam singkong dari Februari hingga Maret untuk mendapatkan singkong dengan rasa yang enak.

Jika Anda memiliki lahan, tidak ada salahnya mempraktekkan cara menanam singkong di rumah.Banyak keungulanya dari daun yang enak dijadikan sop atau tumis. dan umbi yang biasanya di goreng

Bukan hal yang buruk untuk mengetahui berbagai manfaat yang ada pada singkong sebelum Anda mengetahui cara menanam singkong.

Harga yang murah, tp singkong memiliki mampaat nutrisi yang baik bagi kesehatan Anda.

Kandungan Mamfaat Dalam Singkong

Sumber vitamin dan mineral. 

umbi singkong adalah sumber mineral yang sangat bagus seperti mangan, fosfor, kalsium, kalium, hinga zat besi. mineral ini sangat bagus untuk tubuh yang sehat.

Kaya serat dan serat makanan.

 Jika anda  ingin mencegah sembelit, makan lebih banyak singkong. Serat dan serat makanan dalam singkong membantu melegakan usus dan mencegah sembelit.

Menyediakan energi. 

Membantu menurunkan berat badan. Makan singkong dapat mengisi perut dengan sangat mudah. Hasilnya, ini adalah diet yang membantu dalam program manajemen berat badan.

Mencegah kanker.

 Makan singkong secara teratur mencegah seseorang dari berbagai jenis kanker.

Meningkatkan pencernaan. 

Kehadiran serat tinggi dan serat makanan dalam singkong meningkatkan sistem pencernaan yang baik.


Tata Cara Menanam Singkong Yang Baik dan Benar


Singkong biasanya disajikan dalam berbagai bentuk makanan olahan, seperti keripik, kolak dan gorengan.

Indonesia dengan iklim tropis sangat cocok untuk menanam singkong. Selain itu, singkong merupakan tanaman budidaya yang mudah dibudidayakan dan tahan terhadap kekeringan.

Singkong dapat berkembang biak secara reproduktif atau secara nutrisi.

Berikut langkah-langkah cara menanam singkong yang baik agar terhindar dari hama.

1. Persiapan lahan

Cara menanam singkong yang pertama adalah dengan menyiapkan lahan. Budidaya singkong sangat penting untuk memilih tanah yang berdrainase baik dan subur.

Untuk menghasilkan singkong yang besar, tanaman harus memiliki ruang untuk pertumbuhan akar. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan luas lahan saat menyiapkan area tanam.

Saat membuat tanah, tanah harus dijaga agar tetap bersih agar struktur tanah tidak rusak. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan traktor atau dengan bajak satu atau dua kali sampai kedalaman sekitar 20 cm.

Ratakan tanah sebelum bersiap menanam singkong, lalu buat gundukan dan saluran drainase.

Pupuk dapat ditaburkan di tanah yang telah dibuahi untuk menyuburkan tanah dan memberikan nutrisi bagi tanaman untuk tumbuh. Singkong tumbuh baik di tanah netral keasaman (pH: 5-8), jadi tambahkan kapur jika tanah asam.

2. Persiapan Bibit

Cara menanam singkong selanjutnya adalah menentukan bibit yang akan ditanam.

anda bisa melakukannya dengan cara memotong batang singkong menjadi beberapa bagian dengan panjang sekitar 20 cm. Batang singkong dapat dipotong lurus atau diagonal.

3. Bibit tanaman

Cara menanam singkong selanjutnya adalah dengan menanam benih. Pada tahap ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar singkong dapat berkembang sempurna.

Tangkai dapat dipotong dan ditanam di tanah dengan jarak tanam 60 cm x 80 cm (bibit 60 cm dengan bibit lain: jarak lajur/kolom 80 cm).

Jumlah tanam yang dianjurkan untuk 1 hektar singkong adalah 60 tandan batang singkong.

Saat menanam bibit singkong, Anda perlu memperhatikan arah tunasnya. Jangan dibalik. Mama bisa melihat arah kuncup di dekat tonjolan daun singkong yang lepas.

Dalam posisi itu Anda bisa melihat kecambah anak (sering disebut mata). Pastikan kecambah menghadap ke atas agar tidak terbalik.

Tidak disarankan menanam stek singkong secara vertikal. Metode ini mendorong pengeringan stek, biasanya karena perkembangan dan pembentukan akar yang buruk.

Metode terbaik yang direkomendasikan adalah miring atau horizontal. Dengan metode ini, dua pertiga dari stek ditanam pada sudut kemiringan sekitar 450 derajat.

4. Perawatan Tanaman Singkong

Untuk mendapatkan singkong yang berkualitas, Anda perlu mengolah tanaman singkong tersebut.

Cara pemeliharaan tanaman singkong dengan pemupukan selama 3-4 minggu pertama, atau setelah tanaman singkong mengeluarkan sekitar 5-7 pucuk daun.

Menggunakan pupuk kimia (Urue, TSP, KCl), sesuaikan dosis sesuai petunjuk pada kantong pupuk untuk pemupukan.

Selain pemupukan, juga dilakukan penyiangan dan pembersihan gulma serta gulma pengganggu. Gulma harus dikelola selama 8-12 minggu pertama setelah tanam

Bordir diterapkan pada bibit yang tidak tumbuh atau jatuh. Bisa juga dengan pemupukan 5 bulan setelah tanam agar singkong tumbuh saat dipanen. Namun, biasanya hanya urea yang harus digunakan.

Singkong membutuhkan suhu antara 21 ° C dan 35 ° C dan curah hujan antara 1500 mm dan 2000+. Jenis varietas yang ditanam tergantung pada intensitas dan lamanya curah hujan di suatu lokasi tertentu.

Hama umum pada singkong adalah belalang beraneka ragam, tikus, mesin pemotong rumput, semut, dan rayap putih. Untuk hama, gunakan pestisida yang dianjurkan selain perawatan benih (stek). Beberapa pestisida yang bisa Anda gunakan.

5. Panen singkong

Cara menanam singkong selanjutnya adalah dengan memanen singkong.

Tanaman singkong biasanya dipanen sekitar 7-8 bulan setelah tanam. Namun karena kemajuan teknologi yang dapat menghasilkan varietas baru, beberapa singkong dapat dipanen lima bulan setelah tanam.

Ciri-ciri singkong yang siap panen adalah daun-daun yang berguguran mulai sedikit berguguran dan singkongnya besar-besar (saat menggali tanah).

Panen singkong dengan cara menariknya dengan tangan. Tanah yang gembur membantu mengurangi residu singkong saat dibuang.

Singkong bisa dipanen sekaligus. Pisahkan singkong dari pohonnya dengan cara memotong akar singkong dengan parang.

Kualitas batang singkong saat panen tergantung pada:

Usia batang. 

dari tangkai tanaman berumur 6-12 bulan.

tebal.

 Diameter empulur yang direkomendasikan adalah 50% atau kurang dari batang.

Kesehatan batang.

 Pastikan batangnya sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik.

Jumlah node.

 Potong batangnya sehingga setiap potongannya sekitar 5-7 simpul.

Bagian batang.

 Bagian tengah lebih baik dibentuk daripada tepi dan alas.


6. Setelah panen

Cara terakhir menanam singkong adalah dengan membersihkan lahan.

Kumpulkan semua sisa batang singkong untuk membersihkan lahan dan memungkinkan untuk ditanam kembali. Batang singkong yang tersisa dapat digunakan sebagai pupuk dan benih untuk ditanam dan dibakar lebih lanjut di lahan pertanian dan kebun.

Selain itu, umbi singkong tidak dapat disimpan dengan baik setelah dibuang dan akan langsung membusuk setelah dipanen. anda  sebaiknya segera menutup akar singkong dengan karung goni, menyiramnya dengan air untuk melembabkannya, dan menyimpannya selama 2-4 hari sebelum diolah.

Akar singkong yang disimpan lebih lama dari periode ini tidak menghasilkan produk berkualitas tinggi karena pembentukan steak hitam pada akar.

Previous Post